Friday, August 5, 2011

28.801 Alasan Mengucap Syukur

Judul tulisan ini tadinya “28.800 alasan mengucap syukur”, tapi hari ini Tuhan nambahin 1 alasan buatku mengucap syukur. Jadinya 28.801 deh, hehe. Apa sih alasan tambahan itu? Selamat membaca.

Sudah berapa kali hari ini kita berkata “terima kasih Tuhan”? 10 kali? 5 kali? Atau 3 kali (pas sarapan, makan siang, dan makan malam)? :p

Mungkin kita berdalih: “Tidak ada hal besar yang membuatku mengucap syukur kepada Yesus hari ini. Aku tidak naik pangkat hari ini, aku tidak diwisuda hari ini, hari ini tidak ada tertulis huruf ‘A’ di sebelah namaku pada papan pengumuman nilai jurusan. Mengapa aku harus mengucap syukur?”

Kira-kira setidaknya ada 28.800 alasan bagiku untuk mengucap syukur. Barusan ketika aku menulis renungan ini, aku menghitung jumlah nafasku dalam 1 menit, ternyata ada 20 kali aku bernafas dalam 1 menit. 1 hari = 24 jam = 1.440 menit = 28.800 nafas. Setidaknya ada 28.800 alasan bagiku untuk mengucap syukur hari ini.

Yesus harus “mentraktir” 4.000 laki-laki lapar dengan hanya bermodalkan 7 roti dan beberapa ikan. Lalu apa yang Dia lakukan? Alkitabku mengatakan: Dia mengucap syukur. Bagi Yesus, yang adalah Tuhan yang empunya langit, bumi, planet, dan segala kekayaannya, 7 roti dan beberapa ikan adalah alasan yang cukup untuk mengucap syukur. 7 roti dan beberapa ikan mungkin cuma 1/1.000.000.000.dst dari kekayaan Yesus. Agak ironis memang, kalau kita lupa berkata “thanks God” untuk Rp. 10.000,- yang kita terima, hanya karena gaji kita sudah 100 atau 1.000 atau 10.000 kali lipat dari uang itu.

Dan apa yang terjadi setelah Ia mengucap syukur?

Berkat Tuhan turun dan Ia memberkati orang banyak. Berkat itu begitu melimpah, 4.000 pria lapar diberinya makan, 7 bakul sisanya!

Jika kita sanggup mengucap syukur dalam perkara kecil, TUHAN akan memberikan perkara besar bagi kita untuk mengucap syukur. Jika kita sanggup mengucap syukur dengan “mobil-mobilan” yang Tuhan kasih, Ia akan memberikan “mobil” bagi kita untuk mengucap syukur lebih lagi.

Tapi ingat, ucapan syukur sejati tidak hanya datang dari mulut. Ucapan syukur sejati datangnya dari hati dan mengalir dalam perkataan dan perbuatan.

Ucapan syukur sejati tidak hanya berkata “Thanks GOD buat sahabat-sahabat yang Kau beri dalam hidupku.” Ucapan syukur sejati adalah mengasihi, mempedulikan, dan menjaga perasaan sahabat-sahabat kita.

Mengucap sykurlah dengan “mobil-mobilan” yang Tuhan beri dalam hidupmu, dan ujilah apakah TUHAN tidak akan memberikanmu sebuah “mobil” sehingga kamu boleh memberi “tumpangan” kepada orang-orang di sekitarmu.

Mat 15:36: “Sesudah itu Ia (Yesus) mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya, lalu murid-muridNya memberikannya pula kepada orang banyak.”

Mengucap syukurlah dengan umurmu yang ibarat uap itu, mungkin sekitar 70 tahun, kalau kuat 80 tahun, dengan tidak menyia-nyiakan waktumu untuk hal-hal yang nggak penting. Seorang petinju yang hanya diberi satu kali kesempatan untuk memukul lawannya, akan memberikan pukulan terbaiknya. Hidup ini hanyalah satu kali. Just one shot at the goal, let’s give our best shot.

Puji Tuhan untuk 28.800 alasan itu. Namun, hari ini Tuhan ngasih aku 1 lagi alasan mengucap syukur, yaitu mengucap syukur karena boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Because the Bible told me:

“But rejoice that you particpate in the sufferings of Christ, so that you may be overjoyed when His glory is revealed.” (1 Peter 4:13)

Aku percaya kalau di dalam penderitaan Kristus, kita akan menemukan kemuliaan Kristsus. Di dalam kesesakan kita, Yesus akan menunjukkan siapa Dia: “sebagai Penolong dalam kesesakan sangat terbukti”. Yes, aku percaya Yesusku dahsyat! Jalan penderitaan Yesus ini akan membuatku mengenal siapa Dia lebih dalam lagi, Tuhanku yang dahsyat!

Dia sudah menunjukkan kemuliaan-Nya saat ini. Dalam penderitaanku ini, aku dipakai Tuhan untuk menuliskan apa yang menjadi isi hati-Nya. Aku percaya Tuhanku belum selesai, kemuliaan-Nya akan dinyatakan jauh lebih lagi di dalam hidupku.

Mari kita doakan doa ini: “Terima kasih Tuhan Yesus buat penderitaan yang aku alami karena mengikut-Mu, aku percaya Engkau akan menunjukkan kemuliaan-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”

28801 BMW

Merk sebuah pen tidak dicantumkan di daftar pustaka, hanya nama penulisnya.

-Glory to God-

ditulis 15 Oktober 2010, dimodifikasi 6 Agustus 2011 

Gambar diambil dari https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8abKPXwITkIkWhH-3fVfcbol2z_-Rs-47mTC5IARSRtGcpHhTRRA_S1n5haYnGJkndN8kY4WQh_t21megzQEPrGohqSEDX2WOYD5K1Md_1eWW-NkY1-7Q7X4snqCf3IkXkGOGzNNGf_c/s1600/lup.jpg dan http://www.bimmerfest.com/forums/image.php?u=229066&type=sigpic&dateline=1301663758

No comments:

Post a Comment