Sabtu, 11 Juni 2011

Lihat Kebunku

Ayat saat teduh hari ini sangat merhema bagiku:

“Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.” (Yes 32:15)

Masa padang gurun adalah masa penantian. Penantian itu nggak enak, setuju? Yah emang ga enak, kalo kita mau jujur pada diri kita sendiri. Tapi aku percaya, Tuhan mau membuat padang gurun itu menjadi kebun buah-buahan. Maksudnya? Tuhan rindu kita hidup dalam Roh dalam menantikan janji-Nya. Hidup di dalam Roh berarti intim dengan Roh Kudus, dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus. Janji Tuhan kalau kita hidup dalam Roh adalah kita akan berbuah. Kita akan hasilkan buah-buah Roh, yaitu: “Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.” (Gal 5:22-23)

Asyik ya? Hehe. Ketika aku menanti di padang gurun, aku senang karena Tuhan membuat padang gurun itu menjadi kebun buah-buahan. Di situ ada buah kasih, ada buah sukacita, ada buah damai sejahtera, ada buah kesabaran, ada buah murah hati, ada buah kebaikan, ada buah kesetiaan, ada buah kelemahlembutan, dan ada buah penguasaan diri. FruitsBuahnya wuenak-wuenak, pasti orang lain bakal suka juga mampir ke kebun kita. So, padang gurun? Siapa takut! Roh Kudus kuandalkan, Dia ubah padang gurunku menjadi kebun buah-buahan. Dia ubah karakterku, dan itu ga bisa kubeli dengan uang berapapun.

Lihat kebunku, penuh dengan buah, karena Roh Kudus menjadikan semuanya indah. Sekalipun menulis kata-kata ini sulit bagiku, tapi aku tahu ini benar dan aku akan tetap menulisnya: “Kita harus berdoa bukan hanya untuk berkat-Nya saja, tapi untuk pendidikan-Nya dalam hidup kita.” God’s education, by faith, is the gold we need to pursue. Amin.

-Glory to God-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar