Monday, November 14, 2016

Keep going forward...

You suffered along with those in prison and joyfully accepted the confiscation of your property, because you knew that you yourselves had better and lasting possessions. So do not throw away your confidence; it will be richly rewarded. You need to persevere so that when you have done the will of God, you will receive what he has promised. (Hebrew 10:34-36)

There will be a time when we will be in prison because of Christ. Our property will be confiscated. Money will not be of much value in these kinds of times. God’s calling for us is to persevere. Don’t give up on our faith. Keep His promises and keep trusting Jesus.

Life is not easy, it can be so difficult. But God is with us. He is Immanuel, He never leaves us alone. God, help me to overcome my problems. Help me to rely on you more than ever. Help me to know You more. Amen.

Sunday, November 6, 2016

Do not stop proclaiming the truth!

I will not stop proclaiming the truth no matter what people say or think about me. For me, to live is Christ and to die is gain. It's better to die and to be mocked than to live and to be praised but living as a coward.

Friday, September 30, 2016

Sola Gratia, Sola Fide, Sola Christus, Soli Deo Gloria

when you feel weak,
when every hope seems impossible,
when no one else can help,
when your own strength fails

no other way
no other hope

only by grace
only by faith
only in Christ
only for His glory

(Romans 4:18-25)

Tuesday, September 27, 2016

Prayer to ask a change of heart

God, let me live with a heart that is set on you. Please remove all worries I have. It shows that my heart is still not set on you.

Your words tell me not to worry. This is what you tell me 'And do not set your heart on what you will eat or drink; do not worry about it.' (Luke 12:29)

I want to keep looking on you and to know you more everyday. When I know you, I trust you. When I trust you, I won’t worry anymore.

Tuesday, September 13, 2016

Pilihan yang sulit

Menjadi seorang pengajar bukanlah suatu hal yang mudah. Saya tidak sedang berbicara mengenai gaji seorang guru atau pandangan orang mengenai guru.

Beberapa tahun lalu ketika saya menjadi seorang pengajar bimbel di kota Bandung. Saya menghadapi seorang murid yang sangat cerdas. Saya mencoba membantu murid tsb dan memberikannya soal-soal untuk latihan sembari memberikan solusi.

Sore hari saya ingat kejadian itu. Saya teringat dia menyepelekan saya dengan caranya yang ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari gurunya. Saya tidak ingat persis apa yang dia lakukan, tapi saya begitu emosi dengan sikapnya yang menyepelekan saya. Namun, saya mencoba menahan amarah saya. Saya menahannya sampai kelas selesai.

Amarah itu tetap ada sampai saya ada di kostan anak mentor (anak rohani saya). Menunggu lama, anak mentor saya itupun tidak datang2 juga. Saya tidak tahu bagaimana bisa memadamkan api amarah begitu besar yang saya simpan saat itu.

Ada pilihan untuk menyimpan amarah itu (dan inilah pilihan yang mudah). Namun, ada pilihan untuk melepaskannya (inilah pilihan sulit). Pilihan yang sulit inilah yang benar, namun pilihan ini tidaklah mudah untuk diambil. Kedua pilihan ini selalu bertentangan sehingga seperti ada perang di dalam hati. Seringkali, perang dimenangkan oleh pilihan yang mudah.

Mengenai pilihan yang sulit dan saling bertentangan ini juga dijelaskan dalam Alkitab:

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. (Gal 5:17)

Singkat cerita ketika itu saya kesulitan untuk memilih melepaskan amarah saya (pilihan sulit). Namun, saya berbahasa roh dalam hati dan saya berdoa. Saya tahu bahwa ada power dalam pengandalan akan Roh. Dan benar, hati saya yang marah perlahan mulai tenang dan api amarah itu perlahan menjadi padam ketika saya berdoa.

Alkitab mengatakan:

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (Gal 5:16)

Amarah adalah salah satu perbuatan daging (Gal 5:20). Kesabaran dan penguasaan diri adalah perbuatan-perbuatan roh (Gal 5:21-22). Kedua hal ini saling bertentangan. Manusia dengan segala kelemahannya cenderung untuk memilih mengikuti keinginan dagingnya, namun manusia bukan cuma daging tapi juga adalah roh. Ketika Roh Kudus dibiarkan menguasai dan memimpin hidupnya, maka kedagingan itu tidak akan berdaya lagi. Pilihan sesulit apapun itu akan dipilih oleh orang yang hidup oleh ROH.

Adakah kita menghadapi pilihan sulit itu hari ini? Membalas atau mengampuni? Memuaskan hawa nafsu atau menahan diri? Iri hati atau memberkati? Egois atau peduli?

Pilihan mana yang kita ambil bergantung kepada seberapa besar kita mengandalkan ROH KUDUS dan seberapa besar penyerahan diri kita kepada ROH KUDUS.

Thursday, September 8, 2016

Everything we have has come from you, and we give you only what you first gave us

Life is about loving and giving. Life is not about getting richer and smarter

Life is about God, receiving His love and loving others

Life is about offering our lives to God. Asking Him to use it only for His glory everyday

Life is about giving it all. It is about receiving God's love and giving it all to others who need His love

Because everything we have has come from God, and we only give to God what He first gave us

Beloved, nothing you have is from you. It is all from God and only for His glory!

Tuesday, July 5, 2016

Angkat Tanganmu!

Kehidupan seorang pengikut Tuhan tidak lepas dari kejatuhan-kejatuhan. Namun, Alkitab mengajar bagaimana caranya supaya konsisten dalam mengikut Tuhan. Bagaimana menang dan terus menang.

Ketika Israel beperang melawan Amalek, ada satu kejadian unik dimana di belakang pasukan Israel yang berperang ada pemimpin yang mengangkat tangan kepada Tuhan. Pemimpin itu adalah Musa. Kel 17:11 'Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.'

Satu hal yang mengena bagi saya adalah bagaimana kekuatan pasukan Israel ketika itu bukan karena besarnya pasukan, bukan juga karena skill pasukan-pasukan tersebut, tapi karena pemimpinnya mengangkat tangan kepada Tuhan.

Seringkali seorang yang tulus ingin mengikut Tuhan tidak menyadari hal ini. Mereka pikir setelah lahir baru semua akan manis. Semua akan mudah. Setiap hari pasti mengalami kemenangan. Benar, semua itu memang benar, apabila ia konsisten mengangkat tangan kepada Tuhan. Peperangan rohani dialami setiap hari oleh semua orang, namun kemenangan rohani hanya berlaku bagi mereka yang konsisten mengangkat tangan kepada Tuhan. Ini berarti konsisten berdoa. Konsisten mengatakan "bukan saya, bukan karena kuat saya. Tapi karena Tuhan saja."

Saya ingat ketika beberapa tahun lalu saya berada di kamar kost sendirian, saya mengalami godaan untuk berdosa. Namun, saat itu saya berdoa. Saya berbahasa roh dan berdoa. Keinginan-keinginan itu berlarut-larut hilang. Karena ketika saya penuh dengan Roh Kudus, tidak ada yang lain yang saya ingini. Iblis menawarkan dosa dan kedagingan untuk mengisi kekosongan itu. Namun, ia tidak pernah memberitahu bahwa semua itu hanya bisa bertahan sementara (kesenangan sesaat). Tapi Tuhan menawarkan mata air kehidupan (Roh Kudus) yang sampai kekekalan mengisi kekosongan kita, sehingga kita tidak perlu haus lagi akan keinginan-keinginan dunia.

"Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yoh 4:13-14)

Memang benar juga firman Tuhan:

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. (Gal 5:16)

dan 

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. (Mat 26:41)

Mengangkat tangan adalah sebuah tindakan iman. Musa tidak ikut berperang bukan karena ia takut kepada bangsa Amalek, namun karena ia tahu bahwa hanya Tuhanlah yang sanggup memberi kekuatan dan kemenangan. Sudahkah kita mengangkat tangan? Perbedaan antara kekuatan kita dan musuh hanya ditentukan oleh seberapa konsisten kita mengangkat tangan kita ke hadapan Tuhan.