Tuesday, April 17, 2012

Pujian dari Tuhan

Apakah pernah Tuhan maha besar dan kuasa memuji manusia? Seorang bernama Ayub bisa menceritakan bagaimana Tuhan memuji dia di depan iblis. Apakah karena Ayub kaya? Apakah karena ia punya beribu-ribu kambing dan beratus-ratus pasang lembu? Bukan, Tuhan bangga atas Ayub karena ia adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini terlintas di pikiranku hari ini. Apa gunanya kudapat kekayaan kalau tidak kudapat Yesus? Apa gunanya semua orang memuji-muji keberhasilanku kalau Tuhan tidak dekat padaku? Apa gunanya studi yang berhasil kalau itu hanya untuk diriku? Apa gunanya hidup kalau Tuhan tidak disampingku?

Sekarang aku mengerti, mungkin hanya beberapa %, mengapa Salomo dalam kekayaan dan kelimpahannya mengatakan bahwa semua itu sia-sia. Dan bagaimana Paulus menganggap semua yang  lain sampah jika dibandingkan dengan pengenalan akan Tuhan.

Bukan kekayaan tidak penting, bukan penghargaan orang lain tidak penting, bukan studi tidak penting, tapi Yesus lebih penting. Amin.

Puji nama Tuhan.

Sunday, April 15, 2012

Relationship Series: Benci Segitiga

Tiga orang sahabat Dore, Mifa dan Solasi adalah satu keluarga dalam Tuhan. Mereka hidup, tertawa, makan, menangis bersama (kalau yang menangis terutama si Dore karena paling melow). Kerukunan mereka menghadirkan berkat-berkat yang luar biasa, sebab Tuhan berjanji:

“Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” (Mzm 133:1-3)

Waktu berjalan, dan hubungan yang semacam ini tidak disukai si Luser. Luser membangkitkan rasa tak percaya di hati Dore terhadap Mifa, lalu Luser berbisik kepada Dore hal2 yang buruk tentang Mifa. Sejak saat itu hubungan Mifa dan Dore renggang. Memang si Luser ini terkenal dengan bisikan tajamnya yang menghancurkan hubungan orang. Tidak sampai disitu, atas pengaruh Luser, Dore membisikan kepada Solasi tentang Mifa. Solasi tidak percaya kepada Dore, namun bodohnya dia ceritakan kepada Mifa bisikan Dore yang menjelekkan Mifa. Hubungan Dore dan Mifa kini resmi terputus.

Seperti bara di kipas2 tukang sate (hmmm nyam nyam), emosi Mifa terbakar panas. Lalu dia datangi Dore bawa “golok”, yaitu mulutnya yang tajam dan menceritakan bagaimana ia dengar dari Solasi tentang semua ini. Mendengar itu, Dore merasa ditusuk dari belakang oleh Solasi dan dia tidak percaya lagi kepada Solasi. Benci segitiga terjadi dan siapa tertawa? Siapa lagi kalau bukan Luser.

Semua dimulai dari bisikan tajam Luser yang menular ke bisikan2 tajam Dore, Mifa, Solasi. Bisikan ini mengalir karena rasa tidak percaya mereka terhadap satu sama lain, kerennya: their curigation. Apakah saya sedang mengarang sebuah cerita? Seratus. Namun, cerita ini ternyata sudah ada sejak zaman raja Salomo, dimana tertulis: “A dishonest man spreads strife (permusuhan), imageand a whisperer (pembisik atau penggosip) separates close friends (memisahkan teman dekat).”(Ams 16:28). Sebuah bisikan tajam (gossip atau fitnahan atau sejenis) dan rasa tidak percaya dapat menghancurkan hubungan. So, hati2 dengan lidahmu, dan belajar mempuasakan telingamu dari rahasia yang tidak perlu diketahui.

Hari ini aku diajar kalau bukan hanya Luser (iblis) yang suka membisik, tapi Tuhanpun suka membisik. Namun, bedanya bisikan Tuhan adalah bisikan yang lembut, gentle whisper, mungkin ada unsur nasehat / teguran, tapi tanpa penghakiman. Bisikan semacam ini didengar Elia ketika dia sedang down2nya. Tuhan bukan bicara kepadanya lewat angin besar, atau gempa, atau api, tapi melalui sebuah bisikan (a gentle whisper). “What are you doing here, Elijah?” No judgement, just love and understanding.

Dan mengenai rasa percaya. Quote ini mungkin paling mengena: “A relationship without trust is like a car without gas, you can stay in it as long as you want but it won't go anywhere.” Sebuah hal yang membuat saya masih datang kepada-Nya adalah karena Dia masih mempercayai saya. Kegagalanku membuatku menadapat 0, namun pengampunan dan kepercayaan-Nya jadikanku 10. Kasih menutupi segala pelanggaran dan kasih mempercayai segala sesuatu, ia melihat yang terbaik dari orang lain dan senang melihat orang lain sampai kepada potensi maksimal mereka. Kasih tidak pemarah dan tidak mengingat-ingat kesalahan orang.

Relationship begitu penting teman-teman. Dua perintah paling utama: mengasihi Tuhan dan sesama. Let’s learn together, to love and forgive. God loves you all.

Oya, ending ceritanya gimana? Dore-mifa-solasi-……? Do! Lakukan! Dan temukan sendiri endingnya. Amin.

Merk sebuah pena tidak ditulis di daftar pustaka, hanya nama penulisnya. Praise our God.

pics taken from http://www.bbc.co.uk/insideout/content/images/2008/04/14/the_whisper1_470_470x370.jpg

Saturday, April 14, 2012

Ngedangdut Ah

Aku biasa mengatakan “what a day!” saat larut malam, ketika sang bulan menutup hari. Tapi hari ini, God cheer me up dengan kata-kataNya yang lebih manis daripada madu manapun.

“Teng ting tung teng teng teng tung teng teng”, bunyi handphone-ku yang tidak bisa dijelaskan dengan kata2. Tapi badanku masih lemas, seluruh anggota tubuh pun mengeluh kepada sang telinga. Dan sebagai kaum minoritas, telingapun mengalah, “yasudah, terserah kalianlah kalau mau tidur lagi, aku hanya melakukan tugasku”, pasrah telingaku. “False alarm!”, seru otak, “biasa si telinga suka lebay, ayuk tidur lagi.” Hampir-hampir aku tertidur lagi, sebelum mataku berbicara membela kaum minoritas. Mataku melihat 1 New Message di handphone. Dan iapun membaca tulisan sms dari dosen pembimbingku dengan lantang di depan seluruh dewan anggota tubuh: “David, apa ada asisten yg bisa bantu jaga Ujian pagi ini jam 8-11 di RB5?” Dan semua anggota tubuh langsung siaga 1. Sang kaki dan tangan yang asik memeluk guling empuk mulai bergerak lagi. Sang mata yang tadinya cuma terbuka setengah, naik lima per empat, haha. Si otak yang tadinya mengibarkan spanduk “kita tidur lagi”-pun malah yang jadi paling bersemangat membunyikan sangkakala tanda hari sudah mulai.

Akupun bersaat teduh. Kunikmati hadirat Tuhan, walau agak terburu-buru. Duh,, this gotta stop. Anw, Tuhan tetap bicara. Kalau tidak, aku takkan menulis saat ini detik ini.

Waktu sudah menunjukkan 7.30 dan saatnya aku berangkat. Sang otakpun mulai mengecek list kesiapan anggota tubuh sembari anggota tubuh lain menjawab “siap”. “Telinga siap?” “Siap!”. “Tangan siap?” “Siap!”, sahut tangan sambil menunjukkan si jempol. “Kaki siap?” “Siap!”, teriak kaki sambil mengayun ala David Beckham. “Mata siap?” “Siap! Ehhh,,, wait,,, mana kacamataku??? Kata si mata yang memang rabun gara2 terlalu sering dikorbankan untuk nonton-main game-baca buku (urutan tidak berarti apa-apa, hehe).

Sang otakpun langsung panik, selaku PJ harian, dia langsung membunyikan sangkakala tanda siaga 22 alias “tanda kalau mata nggak bisa melihat soalnya gada kacamata, padahal waktu kuliah/ujian/ngawas ujian udah deket”.. Dan semua anggota tubuhpun langsung ikutan panik sambil mengeluh “Dasar otak pikun, masih kepala 2, buntut 2, kok udah pikun aje sich?!”

4 tahun kemudian (plus minus)

Hei David 2008, ini David 2012, aku lupa lanjutan ceritamu ini. Tapi seingatku kamu mau bilang kalau kita adalah anggota-anggota dalam tubuh Kristus. Mata ngga bisa lihat, semua sedih; telinga ga bisa denger, semua sedih; kaki ga mau gerak, semua juga sedih (kecuali punggung yang mau tidur terus hehehe). Ya, David 2008, baru kemarin ini (14 April 2012) aku diingetin Tuhan betapa pentingya suatu komunitas. Suatu tempat dimana kepala (Kristus) nyaman tinggal, yaitu suatu tempat dimana kasih itu senyata headline koran Kompas edisi terbaru, dan perpecahan itu dongeng fiktif yang paling membosankan dan tak bermanfaat. Ooo betapa indahnya,, ooo betapa eloknya, bila saudara seiman hidup dalam kesatuan, serrrr. Eh kok jadi ngedangdut? :p

Ef 2:13: Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh” sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Mat 5:9: Blessed are the peacemakers, for they will be called sons of God.

oo oo oowww

Merk sebuah pena tidaklah dicantumkan di daftar pustaka, nama penulisnyalah yang dicantumkan.

-Glory to God-

Sunday, April 8, 2012

Sekali Merdeka Tetap Merdeka!

Satu hari yang lalu pastorku seorang Peru bertanya kepada temanku seorang Jerman. Pertanyaannya adalah “Apakah arti hidup?” dan temanku itu menjawab: “hidup adalah merdeka”. To live is to be free. Menarik.

Hari ini, pastorku berkhotbah. Ia berkata bahwa mereka yang merdeka tidak lagi diperbudak oleh dosa, tapi mereka hidup untuk Allah.

Oyeah, banyak orang menganggap kemerdekaan adalah bebas melakukan dosa, dan menikmati hidup sesuka hati. Namun, tanpa mereka sadari dosa itu sendiri telah mengikat mereka! Dosa memperbudak hidup mereka!

Akupun salah satu dari antara orang itu. Namun Yesus sadarkanku bahwa hidup dalam ikatan dosa = hidup dalam penjara gelap, yang mungkin bisa memuaskan dagingku (UNTUK MASA WAKTU YANG SINGKAT) tapi bukan hatiku. Daging takkan pernah puas. “Lebih lagi” katanya, “lebih lagi”. “Sampai kapan?” tanya jiwa dan roh. “Sampai aku dan kamu mati” jawabnya.

O selama ini, kenapa aku tak pernah mencoba anggur sukacita-Nya, anggur yang membuatku puas? Anggur sukacita yang tak dapat diramu dunia. Yang membuat hati ini damai dan tak ada rasa takut? Membebaskanku dari borgol dosa dan pintu penjara ketagihan yang berujung pada kubur kebinasaan?

Harga anggur itu? mahal teman2, namun Tuhan Yesus sudah bayar dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib bagiku dan bagimu. Terimalah dan minumlah darah perjanjian baru yang pulihkan hidupku dan hidupmu. Berserulah kepada nama Yesus, sebab ada keselamatan dan kemerdekaan di dalam nama-Nya, di dalam darah-Nya.

Bangunlah hai jiwamu, sebab hari ini adalah your happy day, cause you will never be the same. Pintu kebebasan sudah terbuka, borgol dosa sudah dilepaskan, no more death, welcome life, welcome freedom.

Siang ini kuteringat lagu kemerdekaan bangsaku yang dinyanyikan sekitar 67 tahun yang lalu. “17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia. Mer-de-ka!” Menarik dikatakan bahwa hari lahirnya bangsa Indonesia adalah juga hari kemerdekaannya. Hari lahirnya seorang anak yang dikasihi-Nya adalah juga hari kemerdekaannya. Hidup akhirnya dimulai. Dimulai ketika seruan kemerdekaan itu terdengar dari mulutmu.image

Merdeka! Merdeka! Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka! Merah darah-Nya jadikanku putih seperti salju. Manis kasih-Nya pulihkan hidupku.

the brand of a pen is not written in the bibliography, it is only the writer’s name. Praise God, Jesus Christ, the writer of my life, who died to destroy the power of sin and its condemnation, raised and live so that we can enjoy a free life, life free from the slavery of sin and guilt. Amen.

pics from http://blazomania.com/wp-content/uploads/2011/08/Indonesian-flag-Google-Doodle.jpg

Monday, March 19, 2012

non-stop hits

Psa 98:1a Sing to the Lord a new song, for He has done marvelous things.

Why a new song? Why not just the old song? Because He has done marvelous things! Things that are unpredictable and unthinkable before.

Everyday is a new day, and in that each new day, the LORD gives us new revelation, new miracle, new passion, new strength, new wisdom for us to know Him more. All these new things requires new songs! Songs not made by man, but led by the Holy Spirit. Sing a new song and worship our God!

When we've been there ten thousand years
Bright shining as the sun.
We've no less days to sing God's praise
Than when we've first begun.
(John Newton)

I wish I had more time to sing God’s praise. One day in His heaven, we all will have enough time to praise our God. Singing non-stop hits of His glory!

Manis Kau Dengar

Psa 104:33 I will sing to the LORD all my life; I will sing praise to my God as long as I live.

Amen.

the brand of a pen is not written in the bibliography, only his writer’s name. Praise God!

song lyrics taken from http://www.constitution.org/col/amazing_grace.htm

Sunday, March 18, 2012

Kisah Cintaku di Kota Sunyi

Saat ku lewati hari-hariku di kota sunyi ini, aku semakin sadar kalau Tuhan selalu turun tangan memberkati hidupku. Dia membuat studiku berhasil, dan aku mengatakan ini bukan untuk berbasa-basi.

Ada waktu dimana aku mengira sudah gagal, waktu itu aku begitu bersemangat belajar untuk 1 ujian. Satu setengah minggu aku berusaha untuk menyelesaikan pelajaran itu. Namun sewaktu ujian, aku terdiam. Otakku seperti begitu lambat, sementara waktu terus berjalan. Frustrasi, putus asa, perasaan gagal itu mulai muncul. Temanku bertanya, "berapa halaman jawaban lo?", jawabku "ga sampai 1 halaman", sementara dia 5 halaman. WOW, aku pulang dengan kesedihan, apalagi ujian berikutnya tinggal 2 hari lagi dan aku belum belajar apa2.

Di kamar kostanku aku memanggil Bapaku, dan Dia memberiku sebuah lagu, liriknya: "Tuhanlah kekuatan dan mazmurku, Dia gunung batu dan kes'lamatanku, hanya pada-Nya hatiku percaya, terus aku lupa liriknya hehe" tapi yang membuatku begitu lega adalah refrainnya: "Kumau slalu bersyukur s'bab cinta-Mu padaku, takkan pernah berubah, hatiku percaya. Walau bumi bergoncang, gunung2 beranjak, namun kasih setia-Mu tak pergi dariku". Satu hal kuimani: walaupun nilaiku hancur lebur, namun Dia tetap mengasihiku.

Aku adalah seorang yang sangat peduli dengan studi dan nilaiku, tapi malam itu aku menemukan sesuatu yang membuatku tetap bersyukur sekalipun ujianku spertinya gagal, yaitu Dia tetap mengasihiku. Kasih-Nya membuatku merasa cukup dan lega, sekalipun di tengah badai.

Dan gelap malam kegagalan itupun diterangi bulan ucapan syukur dan semangat baru untuk belajar.

Teman2, alhasil ujianku yang kukira gagal dibela-Nya menjadi okeh! dan ujian2 lain dibuat-Nya okeh juga, bahkan okeh banget!

Dalam perjalananku bersama Dia, aku smakin sadar siapa Tuhanku dan siapa aku. Di saat semua kesombongan dan pengandalan diriku hangus, kasih karunia-Nya mulai bekerja, membuat yang gagal ini jadi berhasil. Yang tak mungkin ini jadi mungkin. Yang lemah ini jadi kuat. Semua karena kasih-Nya dan tak ada alasan bagiku untuk menyombongkan diri. Semua dari Tuhan dan kemuliaan hanya untuk Dia.

Lagu ini menggambarkan isi hatiku, seorang yang dalam ketidaklayakan dan kelemahannya, menemukan kasih-Nya yang tak pernah gagal:

I will not boast in anything
No gifts, no power, no wisdom
But I will boast in Jesus Christ
His death and resurrection

Satu hari, murid2 Yesus menyeberangi sebuah danau. Mereka adalah para nelayan yang jagoan dalam hal perairan. Bersama Sang Guru, mereka menyebrang. Namun mereka biarkan Guru mereka tertidur. Yah, mungkin pikir mereka "biarkan saja Guru tidur, kalo soal danau2an mah kita jagoannya." Namun badai seketika datang, dan mereka panik. Ke"jago"an mereka sepertinya tidak bisa menyelamatkan hidup mereka. Sampai di suatu titik, mereka putus asa dan membangunkan Yesus, lalu Yesus menyuruh badai diam dan badaipun diam.

Kisah ini adalah kisah nyata dalam hidup para murid, dan Tuhan Yesus mengajarkan mereka suatu pelajaran yang amat sangat penting, yaitu agar para murid tidak mengandalkan diri mereka sendiri tapi hanya Dia. Badai pasti berlalu? Ya, tapi lalui badai itu bersama Yesus dan saksikan mujizat dan kasih-Nya! Mudah2an kisah cinta ini terus berlanjut, sbab “kasih setia-Mu tak pergi dariku”.

Jesus saidimage

What’s your answer?

Merk sebuah pena tidak ditulis di daftar pustaka, hanya nama penulisnya. Glory to my Father!

pics taken from http://free-extras.com/images/i_love_u-1393.htm

song lyrics taken from http://www.ap0s7le.com/list/song/28/Stuart_Townend/How_Deep_The_Father%27s_Love_For_Us/

Saturday, March 10, 2012

This is The Air I Breathe

Job 27:3: “as long as I have life within me, the breath of God in my nostrils…”

I just want to say that there’s no way for me to live without God, for my breath is of God. Every day, every hour, every second, I need my God. A life without His love and presence, is an empty, dark, and breathless life. We all need love. We all need God. Jesus loves you.

Beloved.